SUMBA : Antara Whiskey dan Kelapa Muda
Izinkan saya memetik penggalan syair lagu yang dipopulerkan oleh
almarhum Chrisye, Merpati Putih, mohon maaf jika kurang sempurna, maklum
saya tidak pernah hapal lagu ini..! Hehehe..!
“Mengering sudah, bunga dipelukan
Merpati putih, berarak pulang
Terbang, menerjang badai
Tinggi di awan
Menghilang, di langit yang hitam…”
Ah, ternyata merpati itu tidak menghilang, justru sebaliknya, dia
datang dengan membawa kabar yang sangat menggembirakan..! Terima kasih
Tuhan, Engkau telah menjaga dan mengembalikannya ke pangkuan ibu
pertiwiku..!
Rasanya cerita kita tentang pembangunan Natuna yang kian gencar,
belum habis kita babar. Tak sedikit dari para tetangga kita menjadi kian
paranoid..! Lupakanlah..!
Saya ingin mencurahkan kebahagiaan saya atas kabar yang baru saja
saya terima. Ternyata analisa dan firasat saya selama ini kian mendekati
kenyataan. Sejak awal, saya meyakini bahwa semua alutsista dari US dan
Eropa Barat, akan ditumpuk di wilayah barat Indonesia, termasuk heli
serang apache..! Alasannya simple, untuk saling mengisi dan melengkapi
alutsista yang telah disediakan oleh China. Itu berlaku, jika kita
membaca dan melihat China sebagai partner di LCS..! Tetapi sekiranya
kita pun harus bertempur melawan China, maka kedekatan kita pada US,
akan menjadi sebuah benefit yang sangat berharga. Alutsista US akan
menggelontor dengan sendirinya, dan ini secara tidak langsung telah
membuat efek deteren yang sangat diperhitungkan oleh China..! Akhirnya,
China hanya punya satu opsi, bersahabat dan bermesra dengan Indonesia..!
Apa kabar Palu..? Ternyata tempat ini telah menjadi momok yang
menakutkan bagi jiran-jiran kita, termasuklah Malaysia, Brunei dan
Philippines..!
Namun barusan saya menerima info yang sangat mengejutkan, karena
sebentar lagi tiga kapal selam yang dibeli dari Russia akan segera
memasuki arena di Timur Indonesia, tepatnya di pulau Sumba, sebuah
daratan Indonesia yang paling dekat dengan Darwin di bagian utara
Australia..!

Sempat tidak yakin dengan identitas KS yang akan segera hadir,
bukankah yang berjumlah 3 unit itu adalah Changbogo made in Korea..?
Ternyata prasangka saya salah. Changbogo akan tetap eksis diperuntukan
bagi menjaga perairan Indonesia bagian barat. Artinya, benar bahwa
selain memesan 3 unit Changbogo dari Korea, kita juga telah memesan 3
unit KS lainnya dari Rusia..! Tujuannya sudah sangat bernas, musuh kita
dari Timur siapa..? Tak lain, Darwin dan Pearl Harbour..! Hehehe..!
Baiklah, kita berbaik sangka saja. Seandainya Indonesia, Australia,
US dan China adalah empat sekawan, maka kekuatan dan jaminan keamanan di
perairan timur Indonesia akan terjaga dengan baik. Tetapi jika kita
harus berperang melawan Australia yang didukung US, setidaknya
keberadaan China di Timor Leste bisa sangat membantu, sebelum pasokan
alutsista dari Russia datang menjelang..!
Sekedar untuk pengetahuan semua, bahwa negara-negara kroni USA sudah
mengidentifikasi adanya hubungan special antara Indonesia, China dan
Russia..! Dan hal ini telah menjadi efek deteren tersendiri bagi
Australia dalam memandang strategi dan pertahanan Indonesia..!
Sebagaimana China, Australia pun hanya punya satu pilihan, bertetangga dan berteman baik dengan Indonesia..!
Masih ingat dengan ucapannya SBY, ” untuk damai kita harus siap berperang..!”
Maka dunia pun melihat dan menterjemahkan Indonesia sebagai bangsa yang selalu siap siaga untuk berperang..!
Macam-macam, akan tercincang dan mati terpanggang…!
By: Bapak Yayan@indocuisine